Pemeriksaan Denyut Jantung Janin pada Ibu Hamil

Oleh: Gita Kostania

Pemeriksaan Denyut Jantung Janin (DJJ) merupakan salah satu jenis pemeriksaan dalam rangkaian pemeriksaan fisik pada kehamilan yang masuk dalam jenis pemeriksaan auskultasi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan janin dengan mendengarkan denyut jantung janin secara langsung (irama, frekuensi).

Adapun teknik pemeriksaan auskultasi bergantung pada alat yang digunakan. Dalam melakukan pemeriksaan ini dapat menggunakan: monoaural stetoschope/ fetoscope, doppler, CTG, ataupun USG. Pada bahasan ini, penulis hanya akan menguraikan tentang pemeriksaan DJJ menggunakan Fetoskop Pinard.

Sejarah Singkat Penggunaan Monoaural Stethoscope

Monoaural stethoscope yang digunakan untuk pemeriksaan DJJ sering disebut dengan istilah fetoscope, Leannex, maupun Pinard. Istilah fetoscope digunakan karena merupakan stetoscope khusus untuk mendengarkan denyut jantung janin. Penggunaan istilah Leannex mengacu pada penemu pertama kali alat yang dinamakan Stethoscope yaitu Rene Theophile Hyacinthe Leannex pada tahun 1819. Artikel selengkapnya: https://www.slideserve.com/sema/stethoscope . Sedangkan untuk istilah Pinard, mengacu pada penemu alat yang merupakan ahli obstetri Adolphe Pinard (1844–1934). Artikel selengkapnya: https://www.wikiwand.com/en/Adolphe_Pinard.

Gambar 1. Fetoscope Pinard Alumunium

Credit: https://www.shutterstock.com/search/fetoscope

Note: Fetoscope merupakan alat tersendiri (bukan fetoscope yang dimaksud dalam bahasan ini), yaitu pengembangan dari Stetoscope yang belum lazim digunakan di Indonesia. Artikel: https://www.midwiferysupplies.ca/products/allen-fetoscope?variant=2104922

Pemeriksaan DJJ Menggunakan Monoaural Stethoscope (Fetoscope/Leannex/Pinard)

Stetoskop janin atau Leannex adalah jenis stetoskop akustik yang berbentuk seperti terompet pendengaran. Letaknya menempel pada perut ibu hamil untuk mendengarkan bunyi denyut jantung janin. Alat ini berbentuk seperti tanduk berongga, sering terbuat dari kayu atau logam, panjangnya sekitar 8 inci (200 mm). Fungsinya mirip dengan sangkakala dengan memperkuat suara. Pengguna memegang ujung terompet yang lebar terhadap perut ibu hamil, dan mendengarkan melalui ujung lainnya. Penggunaan Leannex ini merupakan pendukung awal kemajuan dalam perawatan prenatal, termasuk pemantauan kesehatan janin lebih dekat.

Leannex terus digunakan di seluruh dunia, terutama oleh bidan, namun juga digunakan oleh dokter dan perawat. Penggunaan Leannex memberikan alternatif untuk Doppler maupun USG yang lebih mahal. Kadang-kadang bidan dapat mendengarkan denyut jantung janin dengan Leannex, tetapi jika ibu hamil ingin mendengarkan DJJ janinnya juga, maka dapat menggunakan Doppler. Namun apabila Doppler sering mentransmisikan banyak kebisingan dam hal ini dapat membingungkan, maka lebih baik menggunakan Leannex.

Leannex dapat digunakan untuk menentukan posisi janin. Alat ini lebih tepat daripada perangkat Doppler untuk tujuan ini. Perangkat Doppler mendeteksi nada jantung lebih jauh dari lokasi asal. Leannex harus ditekan ke lokasi yang sangat dekat dengan jantung janin untuk mendeteksinya, memberikan indikasi posisi janin yang lebih akurat. Dokter, perawat, atau bidan juga bisa menggunakan palpasi dan auskultasi untuk menentukan posisi janin.

Langkah-Langkah Pemeriksaan

Pemeriksaan DJJ merupakan pemeriksaan auskultasi yang dilakukan pada bagian janin yang paling terdengar jelas denyutannya (disebut dengan punctum maksimum). Punctum maksimum ditentukan dari penilaian: presentasi janin, letak punggung janin dan apakah kepala janin sudah masuk panggul atau belum. (Pelajari pada materi PEMERIKSAAN PALPASI LEOPOLD pada link berikut: https://oshigita.id/pemeriksaan-palpasi-leopold/

Punctum maksimum dibagi berdasarkan 4 kuadran, dan dapat terletak di atas pusat, kiri atas pusat, kiri pusat, kiri bawah pusat, bawah pusat, kanan atas pusat, kanan pusat, kanan bawah pusat, dan di pusat.

–> Apabila presentasi kepala, belum masuk PAP dan letak punggung kanan maka punctum maksimum berada di kanan pusat.

–> Apabila presentasi kepala, sudah masuk PAP dan letak punggung kanan maka punctum maksimum berada di kanan bawah pusat.

–> Apabila presentasi kepala, belum masuk PAP dan letak punggung kiri maka punctum maksimum berada di kiri pusat.

–> Apabila presentasi kepala, sudah masuk PAP dan letak punggung kiri maka punctum maksimum berada di kiri bawah pusat.

–> Apabila presentasi bokong, belum masuk PAP dan letak punggung kanan maka punctum maksimum berada di kanan atas pusat.

–> Apabila presentasi bokong, sudah masuk PAP dan letak punggung kanan maka punctum maksimum berada di kanan pusat.

–> Apabila presentasi bokong, belum masuk PAP dan letak punggung kiri maka punctum maksimum berada di kiri atas pusat.

–> Apabila presentasi bokong, sudah masuk PAP dan letak punggung kiri maka punctum maksimum berada di kiri pusat.

–> Apabila posisi janin melintang punctum maksimum berada di pusat

Setelah menentukan Punctum Maximum, maka lakukan teknik berikut:

Teknik:

  1. Raba nadi (arteri radialis) ibu, lalu rasakan denyutannya.
  2. Tempelkan telinga pada ujung Laennec dengan lubang yang lebih kecil, dengan tangan tetap merasakan nadi ibu.
  3. Dengarkan detak jantung janin dengan tangan tidak memegang Laennec.
  4. Dengarkan detak jantung janin yaitu dengan ritme denyutan lebih cepat dari denyut nadi ibu.
  5. Nilai ritmenya (apakah beraturan atau tidak, adakah henti jantung sesaat).
  6. Nilai frekuensinya, hitung selama satu menit penuh.

Gambar 2. Pemeriksaan Denyut Jantung Janin Menggunakan Fetoskop Pinard

Credit: https://extranet.who.int/rhl/es/node/151163

Berikut ini video tutorial Praktikum Pemeriksaan Auskultasi Denyut Jantung Janin pada Ibu Hamil menggunakan Fetoskop Pinard.

https://drive.google.com/file/d/1xK_nv-sDCXo0mabH_Nvwwm2DelaY8vfK/view?usp=sharing

 

Daftar Bacaan:

https://www.wikiwand.com/en/Stethoscope

https://www.wikiwand.com/en/Pinard_horn

 

Tulis komentar